Kehidupan

Pangkas Rambut

Sefri Doni / 23/01/2020

Tadi sore saya memutustkan untuk memangkas rambut. Sebenarnya niat pergi ke tukang pangkas sudah dari seminggu yang lalu namun baru terealisasi hari ini. Ditambah tadi siang saya juga sudah ditegur Abak untuk segera merapikan rambut.

Pemangkasan dilakukan di tukang pangkas rambut yang menurut saya cukup rapi dan teliti pekerjaannya. Saya sering pindah-pindah tempat pangkas, barangkali karena saya tidak begitu fanatik akan sesuatu. Sampai saat ini saya belum memiliki tempat pangkas langganan, yang dimana setiap pangkas dilakukan di tempat yang sama.

Sewaktu saya datang, tidak ada antrian dan tukang pangkas sedang santai. Saya langsung diminta duduk di kursi eksekusi. Proses eksekusipun dimulai.

Selama rambut saya dipangkas ada beberapa hal yang terlintas dalam fikiran. Salah satunya mengenai rasa percaya. Kalaulah bukan karena saya percaya kepada tukang pangkas tentu tidak mungkin saya berikan kepala saya kepadanya. Dimana, sewaktu-waktu bisa saja tukang pangkas tersebut menggorok leher saya.

Begitu juga dalam hal lain apalagi menyangkut hal-hal penting. Saya hanya memberikan kepercayaan kepada orang-orang yang bisa dipercaya dan kompeten pada bidangnya. Sebab jika tidak demikian sama saja saya meminta dipangkaskan rambut kepada orang gila. Meyerahkan kepala kepada orang gila tentu tidak akan saya lakukan kecuali kecolongan karena orang gilanya terlihat sangat waras dan profesional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *