Teknologi

Email Dengan Keamanan Standar Swiss

Sefri Doni / 22/01/2020

Saya sudah menggunakan email semenjak SMA, kalau tidak salah waktu itu tahun 2007. Pada mulanya email bagi saya sangat menarik bahkan sampai saat sekarang. Akan tetapi belakangan ini saya sedikit tidak nyaman dengan layanan email yang tersedia. Banyak layanan yang abai terhadap privasi pengguna. Hal tersebut sebenarnya tidak bisa dihindari karena saya menggunakan layanan mereka tanpa biaya dan pastinya penyedia layanan butuh hidup dengan cara mereka sendiri.

Beberapa hal yang membuat saya tidak nyaman dengan layanan email yang tersedia saat ini salah satunya dengan munculnya iklan pada email. Hal tersebut bagi saya mengindikasikan ada hal lain yang mampu melihat kedalam kotak masuk tanpa perlu izin dari saya. Salah duanya, beberapa tahun yang lalu saya pernah ikut mengelola email di sebuah lembaga. Sewaktu ditunjuk sebagai pengelola saya tidak pernah diambil janji ataupun sumpah untuk tidak melakukan hal-hal yang diluar batas dan sepertinya pengelola yang sekarang juga tidak diambil sumpah.

Itu adalah beberapa alasan ketidak percayaan saya terhadap penyedia layanan email saat ini. Lalu kalau tidak percaya mau melakukan apa? Untungnya masih ada beberapa penyedia layanan email yang memang fokus ke privasi pengguna namun dengan layanan dengan fitur lebih sedikit dari yang lainnya. Salah satunya adalah ProtonMail.

ProtonMail adalah perusahaan penyedia layanan email yang terdaftar di Swiss. ProtonMail didirikan di Swiss dan semua server mereka berlokasi di Swiss. Ini berarti semua data pengguna dilindungi oleh undang-undang privasi Swiss yang ketat. Apakah pernyataan ProtonMail benar? Bisa jadi, sebab dari banyak penyedia setidaknya mereka salah satunya yang mengatakan dengan terbuka bahwa Tidak ada informasi pribadi yang diperlukan untuk membuat akun email pada layanan mereka. Secara default, ProtonMail tidak menyimpan log IP mana pun yang dapat ditautkan ke akun email anonim Anda. Privasi pengguna adalah yang utama.

Sebenarnya kalau hal ini diperdebatkan maka akan sangat penjang sekali ceritanya. Sekarang tinggal kembali kepada diri masing-masing, jika mau mencoba maka teman-teman bisa ikuti video dibawah ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *