LAN SERASAN (Lansia Sejahtera Sehat dan Mandiri)

Latar Belakang

Lanjut Usia (Lansia) adalah seseorang yang berusia 60 tahun keatas (Undang-Undang Nonor 13 Tahun 1998 ttg Kesejahteraan Lansia). Kemajuan diberbagai bidang pembangunan mengakibatkan usia harapan hidup manusia (UHH) semakin panjang, sehingga populasi Lansia semakin meningkat. Lansia sebagaimana penduduk lainnya mempunyai hak azasi yang harus dipenuhi untuk menjamin harkat dan martabatnya sebagai manusia. Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945, menetapkan bahwa setiap orang termasuk Lansia mempunyai hak, antara lain: hak atas hidup dan mempertahankan hidup dan kehidupannya; bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia; hak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapat perlindungan dari perlakuan diskriminatif.

Jumlah lansia di Kab. Musi Rawas 36.385 (laki-laki 19.033, perempuan 17.352) 8,9% dari jumlah penduduk Kab. Musi Rawas. Dalam upaya perlindungan hak lansia, pemerintah Kab.Musi Rawas telah mengeluarkan peraturan daerah nomor 50 tahun 2019 tentang rencana aksi daerah perlindungan lansia yang responsif gender.

Perlindungan hak lansia dilaksanakan dengan melibatkan peran serta masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, Pasal 22 menetapkan bahwa:

–    Pasal 1 : Masyarakat mempunyai hak dan kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan dalam upaya peningkatan kesejahteraan sosial lanjut usia.

–    Pasal 2 : Peran masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan secara perseorangan, keluarga, kelompok, masyakarat, organisasi sosial, dan/atau organisasi kemasyarakatan.

Peran serta masyarakat sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, Pasal 22 yaitu dengan membentuk Gerakan Sayang Lansia (GSL). Gerakan Sayang Lansia (GSL) adalah berbagai kegiatan yang dilakukan untuk menghapus tindakan kekerasan terhadap Lansia. Sebagai gerakan, GSL dilakukan oleh berbagai pihak mulai dari Lansia sendiri, keluarga, pemerintah desa/kelurahan, pemerintah daerah, lembaga masyarakat , dan berbagai pihak lainnya.

Dalam rangka pelaksanaan Gerakan Sayang Lansia, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak membuat inovasi dengan judul “LAN SERASAN” yang merupakan Inovasi program Perlindungan Hak Lansia. Definisi LAN SERASAN, yaitu Lansia Sejahtera Sehat dan Mandiri, yang secara harafiah LAN SERASA (bahasa daerah Musi Rawas) berarti bekerja bersama saling tolong menolong.


Tujuan

 Tujuan :

1.    Umum : Melindungi lansia dari kekerasan berbasis gender

2.    Khusus :

(1)    Aksi affirmasi

(2)    Mengembangkan keluarga ramah lansia


Manfaat

Memberikan Penghormatan, Perlindungan dan Pemenuhan terhadap Hak Lansia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *